Senin, 15 Februari 2010

Meditasi Quan Yin adalah Suatu Hukum Kekal Semesta

Meditasi Quan Yin adalah Suatu Hukum Kekal Semesta

Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Retret Tiga hari, Los Angeles, California, Amerika Serikat, 17 Desember 1998 (Asal dalam bahasa Au Lac)>

Saya tidak menciptakan Metode Quan Yin; saya hanya mengetahuinya. Metode ini telah ada sejak awal zaman, pada saat alam semesta pertama kali terbentuk. Dan akan selalu ada. Ini bukanlah sebuah metode; tetapi ini seperti jalan alam semesta, sebuah hukum semesta yang harus kita ikuti jika kita ingin kembali ke Asal kita, kembali ke Jati Diri kita, kembali ke Kerajaan Tuhan atau hakikat kebuddhaan kita. Persis seperti sebuah ilmu pengetahuan yang sangat akurat atau persis seperti dua tambah dua sama dengan empat, seseorang tidak dapat berbuat yang lain untuk mengubahnya. Jika seseorang tahu bahwa dua tambah dua sama dengan empat, maka dua tambah dua sama dengan empat. Tidak peduli bagaimana pendapat kita mengenainya; sekalipun kita berdebat, dua tambah dua tetap saja empat.

Sama halnya, di alam semesta terdapat beberapa hukum yang akurat seperti itu. Dan siapa pun yang mengetahuinya hanya menemukan, bukan menciptakan. Jika kita menemukannya dan mengikutinya, maka hasilnya sangat akurat.

Tentu saja ada banyak cara berbeda untuk melakukan sesuatu hal: Ada cara yang lebih cepat, ada cara yang lebih lambat, selain itu ada juga metode yang unggul. Metode Quan Yin adalah sebuah cara sempurna, tetapi saya menemukannya, dan bukan menciptakannya. Metode Quan Yin adalah milik Tuhan; Metode Quan Yin milik setiap orang.

Metode Quan Yin bekerja sangat cepat; segala macam karma dari banyak kehidupan lampau dibakar dengan seketika. Tidak mungkin kita tidak berhasil. Tidak mungkin bagi siapa pun yang mengikuti Metode Quan Yin tidak menjadi seorang Buddha. Tidak mungkin, sama tidak mungkinnya dengan mengambil dua permen, meletakkannya di samping dua permen yang lain, dan mengatakan bahwa jumlah mereka bukan empat. Itu tidak mungkin. Sama halnya, dalam berlatih Metode Quan Yin, tidak mungkin tidak berhasil, atau tidak berkembang secara rohani, atau tidak menjadi tercerahkan, dan itu bagus.

Meskipun begitu, ada sesuatu yang aneh mengenai metode ini: Kalian dapat berlatih tanpa mempercayainya. Hanya berlatih; meditasi dua setengah jam sehari dan kebijaksanaan akan muncul secara alami. Kemudian kita mengerti segala hal dengan sendirinya. Kita adalah Guru kita sendiri. Hanya berlatih metode ini dan kebijaksanaan akan muncul dengan sendirinya. Sama halnya dengan meletakkan dua permen di samping dua permen yang lain, maka hasilnya akan selalu menjadi empat. Tidak peduli apakah kita mempercayai guru matematika atau tidak. Sekalipun ia berkata demikian, kita tidak perlu mempercayainya. Hanya dengan meletakkan dua permen di samping dua permen, maka kalian akan mendapat empat!

Metode Quan Yin adalah Ilmu Pengetahuanyang Paling Maju
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Taipei

Latihan rohani adalah ilmu pengetahuan tertinggi. Jika Anda berlatih Metode Quan Yin dengan saya, maka Anda akan berlatih ilmu pengetahuan dan logika tertinggi. Ini bukan takhayul atau sembah sujud kepada dewa-dewa atau makhluk halus untuk mendapatkan pahala. Ini tidak aneh atau ambigu. Seseorang tidak perlu meloncat naik dengan janggal atau berbicara omong kosong tanpa sekalipun mengetahui apa yang ia ocehkan. Itu adalah kesurupan. Apakah Maya itu? Maya adalah suatu kekuatan dengan pengetahuan yang sedikit. Apakah Buddha itu? Buddha adalah seseorang dengan kebijaksanaan ilmiah. Itu saja. Semakin banyak kita berlatih rohani, semakin banyak kita mengerti ilmu pengetahuan. Jika kita hanya belajar ilmu pengetahuan tanpa berlatih rohani, maka pengetahuan kita akan terbatas. Perkembangan rohani akan membawa kita melampaui jangkauan ilmu pengetahuan dan mendahului para ilmuwan. Mereka pernah ke bulan, tetapi kita dapat pergi melampaui bulan. Mereka ingin membuat lebih banyak penemuan dan perjalanan ke lebih banyak planet lagi, tetapi tak akan berhasil. Setelah melakukan banyak usaha, mereka hanya membawa pulang beberapa batu dan menyuruh banyak ilmuwan berkumpul bersama untuk mempelajari batu-batu ini. Mereka membelah batu-batu itu, mempelajarinya, lalu mengatakan,”Ya! Ini sungguh-sungguh batu!” [Tertawa] Itu tidak lucu. Mereka mengeluarkan berton-ton uang dan bergunung-gunung usaha. Jika mereka mencurahkan usaha, uang, dan hati mereka ke dalam perkembangan rohani, maka mereka sebaliknya akan mengetahui lebih banyak hal ilmiah dan menjadi orang suci dengan sangat cepat.

Dua Kali Retret Dengan Guru – Berkah Yang Luar Biasa!
Oleh Grup Berita Duisburg (Asal dalam bahasa Jerman)

Pada akhir Tahun Emas Ke 3 (2006), Center Duisburg diberkahi dua kali dengan kunjungan Maha Guru Ching Hai. Karena adanya pengumuman tentang kunjungan mendatang Guru di bulan Desember, maka para inisiat dengan penuh energi dan perasaan gembira berketetapan untuk bekerja demi saat yang sudah lama dinanti ini. Dalam waktu secepat mungkin center dirapikan dan didekorasi dengan penuh kasih. Inisiat dari seluruh Jerman diundang.

Pada tanggal 16 Desember – kami sulit untuk mempercayainya – Guru muncul! Setiap orang berkilauan dengan sukacita dan kebahagiaan yang tak dapat digambarkan. Kami bermeditasi dengan rajin dan Guru sering mengunjungi kami selama sesi meditasi. Beliau menceritakan kami banyak lelucon. Atmosfernya sangat menyenangkan dan terisi dengan kebahagiaan. Guru menekankan pentingnya sikap tidak mementingkan diri sendiri dan rendah hati dan kita sebaiknya berkelakuan seperti orang suci. Guru sangat bahagia dengan center kami dan menyorot tentang makanan yang lezat.

Saat kepergian Guru, Beliau meyakinkan kami bahwa Beliau akan kembali. Banyak dari inisiat tetap tinggal sampai Natal untuk merayakan tradisi retret Natal kami. Tapi, tidak satu pun mengharapkan bahwa sesuatu yang lebih besar sedang menunggu kami. Kami mendapat pesan bahwa akan ada retret Eropa di Center Duisburg untuk Tahun Baru! Dengan tujuan untuk mengadakan sebuah retret yang tak terlupakan bagi inisiat dari seluruh Eropa, beberapa tim kerja dibentuk dengan segera.

Pada malam Tahun Baru, Guru tiba dan muncul di ruang meditasi center, memberkahi semua dengan kehadiran Beliau. Beliau terlihat sangat elegan, “memakai” sebuah tirai Natal dan dandanan emas dari dekorasi Natal di ruangan-Nya. Dengan semangat tinggi, kami merayakan sebuah pergantian tahun yang tiada tara dengan Guru kami yang terkasih.

Pada hari pertama Tahun Baru, Guru datang beberapa kali untuk mengunjungi kami selama sesi meditasi. Beliau berbicara tentang saluran televisi Arab yang telah mulai menyiarkan program mereka dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan keindahan kebudayaan Arab kepada seluruh dunia sehingga menunjukkan satu langkah lagi untuk membawa bersama kebudayaan yang berbeda demi kehidupan yang harmonis dan damai.
Guru juga berbicara tentang kemustahilan dari konflik bersenjata yang masih berlangsung di dunia. Beliau berkata bahwa tak dapat dipercaya seorang manusia yang dibesarkan dengan kasih dan dedikasi berkemungkinan harus menjadi pejuang karena perang di negaranya dan kemudian berkemungkinan dibinasakan dengan sebuah peluru kecil dalam beberapa detik. Kematian di medan perang seperti itu membekukan jiwa dalam keadaan terkejut (shock) selama ratusan atau bahkan ribuan tahun. Perang adalah lingkaran setan yang harus dihentikan, tak peduli biaya yang harus dibayar. Tentara sebaiknya menjadi tentara-perdamaian dan membantu mereka yang membutuhkan. Waktu sudah sempit sekarang, sementara planet lain yang lebih maju sedang menanti Bumi untuk berevolusi. Kita harus menangani isu mendesak seperti perubahan iklim global sekarang, bersama-sama.

Guru mengekspresikan harapan Beliau bahwa Tahun Baru akan menjadi sebuah tahun dengan berita damai, dan bahwa perjanjian damai yang dicapai di tahun yang lalu menandai awal pengembangan menuju perdamaian di seluruh dunia. Melihat kita datang dari seluruh Eropa dan duduk bersama dalam harmoni dan damai, Guru berkata bahwa kita semua terhubung secara telepati. Kelompok kita adalah sebuah contoh bagi dunia dalam pengertian bahwa perdamaian dan harmoni adalah mungkin. Apa yang dapat kita capai dalam kelompok kecil dapat dicapai di seluruh dunia.

Malam itu, kami menikmati suara musik yang indah ketika inisiat dari seluruh Eropa menampilkan lagu atau musik instrumental, atau keduanya. Guru dan semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian pada lagu musik yang mengangkat dan mengharukan. Beberapa tersentuh sampai menangis oleh melodi yang indah. Ini sudah merupakan sebuah malam yang luar biasa, tetapi kemudian kami mendapatkan selingan musik yang paling spesial dari semuanya: Di malam yang larut Guru datang dan menyanyikan ninabobo (lullabies) untuk kami. Hal itu merupakan saat yang tak terlupakan. Beliau berkata pada kami bagaimana anjing Beliau dibawa ke dalam tidur dengan cara itu. Kami mendengarkan dengan pengabdian pada suara Guru kami yang indah, dan kemudian bermeditasi sepanjang malam.

Hari berikutnya kami memulai seperti biasa dengan sarapan yang bergizi yang disediakan oleh tim dapur, yang telah bekerja sangat keras sepanjang retret dan selalu menyediakan hidangan internasional yang lezat. Guru tinggal satu hari lagi dengan kami, mengunjungi kami di ruang meditasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Kemudian Guru harus pergi. Seperti biasanya, sangat sulit bagi kami semua untuk menerima bahwa retret bersama Guru ini telah berakhir. Tetapi, bercermin pada hari-hari sangat indah yang kami lewati, hati kami terisi dengan rasa syukur.

Allah Maha Besar!
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Seminar Khusus di Thailand,
28 November 2006 (Asal dalam bahasa Inggris)

Berterima kasihlah kepada Tuhan – berterima kasihlah kepada Allah – karena kalian dapat datang kemari. (Berbicara dengan inisiat Iran) Terberkatilah Allah karena Ia telah menolong dan sangat mencintai kalian, sehingga kalian dapat datang kemari dan bergabung dengan saudara-saudari lainnya. Marilah kita berterima kasih kepada Allah – semuanya. (Hadirin: Terima kasih, Allah!) Allah Maha Besar. Katakanlah: “Allah Maha Besar.” (Hadirin: Allah Maha Besar!)

Inilah cara mengatakannya dalam bahasa Farsi: “Allah Maha Besar. Tuhan Maha Besar: Khoda bozorg ast.” (Kepada hadirin) Dapatkah kalian mengucapkannya? “Khoda bozorg ast.” (Hadirin: Khoda bozorg ast!) Allah Maha Besar! (Hadirin: Allah Maha Besar!)

Mengagumkan. Terima kasih, terima kasih! Allah berarti Tuhan dalam bahasa Farsi. Bukanlah Tuhan yang asing; hanyalah nama Tuhan dalam bahasa Farsi. Dalam bahasa Inggris, disebut God dan dalam bahasa Farsi disebut Allah. Maka kalian dapat menyebut “Allah Maha Besar” atau “Tuhan Maha Besar”. Tanpa Allah, tidak ada sesuatu pun yang dapat terjadi. Tanpa berkah Allah, kita tidak dapat melakukan apa pun. Jadi, kita harus selalu berterima kasih kepada Tuhan dan berterima kasih kepada Allah. Itu betul. Jangan pernah lupa, jangan lupa untuk selalu berterima kasih kepada Tuhan!

Saya sangat bahagia karena kalian dapat datang. Allah pasti sangat mencintai kalian! Ini sangat baik bagi negeri kalian. Oh Tuhan, kalian pastilah sangat tulus. Saat kita tulus dan menginginkan sesuatu, maka Allah akan menolong, selalu! Tidak masalah! Jangan pernah melupakan Tuhan!

Kesempatan Spiritual bagi Makhluk di Planet Ini dan Planet-planet Lainnya
T: Apakah Bumi merupakan satu-satunya planet fisik? Jika tidak, apakah ada planet-planet fisik lain dalam tata surya?
G: Ya. Ada banyak planet-planet fisik lainnya di mana ada orang yang mirip dengan kita.
T: Saya pernah mendengar dalam ceramah Anda bahwa ada makhluk-makhluk di planet lain di tata surya seperti Bulan atau Venus, dan tingkat kesadaran mereka lebih tinggi daripada manusia.
G: Tidak, tidak selalu demikian. Saya pernah berkata sebelumnya bahwa beberapa makhluk di Bulan telah mencapai Tingkat Tiga atau Tingkat Empat; makhluk-makhluk di Matahari juga serupa. Tetapi mereka tidak dapat berkembang seperti kita. Beberapa di antara kita tidak setinggi tingkatan mereka, tetapi sekarang kita sedang mengejar mereka. Sebagai contoh, beberapa dari kita mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dari makhluk-makhluk di Bulan dan Matahari, karena mereka adalah makhluk-makhluk tak kasat mata.

Beberapa makhluk tak kasat mata atau makhluk fisik mungkin terlahir di tingkat yang lebih rendah atau lebih tinggi. Dan jika mereka tidak mempunyai Guru spiritual yang mengajar mereka, maka mereka akan tetap seperti itu. Mereka tidak punya masalah sama sekali, hanya saja mereka tidak mengalami perubahan. Dalam tingkatan fisik ini, kita memiliki keunggulan. Dengan tubuh manusia, kita dapat memperoleh kemajuan rohani lebih cepat jika kita mempunyai Guru spiritual yang membimbing kita.

Tetapi dalam planet fisik ini ada begitu banyak penderitaan. Di Bulan, Matahari, atau di beberapa planet lainnya, mereka tidak mengetahui apakah penderitaan itu. Mereka tidak memiliki kata itu dalam kamus mereka. Mereka bahkan tidak mempunyai kamus! Mereka tidak membutuhkan bahasa lisan. Mereka menikmati kedamaian, kebahagiaan, kestabilan, dan kebahagiaan spiritual. Mereka juga sangat menikmati telepati. Dalam hal itu, mereka sudah sangat maju. Tetapi kita mempunyai keunggulan karena memiliki tubuh dan memiliki penderitaan yang mendorong kita untuk berlatih lebih cepat. Di Bulan dan Matahari, contohnya, mereka tidak memiliki masalah apa pun. Mereka menikmati kebahagiaan setiap saat. Mereka tidak merasa perlu untuk berlatih. Maka sangat jarang terjadi dimana mereka dapat naik ke Tingkat Lima seperti manusia; kita dapat naik ke Tingkat Lima.

Tetapi, betapa mahalnya harga yang harus kita bayar di sini! Bahkan dengan menjadi seorang Guru, sungguh mahal. Seorang Guru, bahkan Guru di planet astral, mereka tidak pernah dianiaya. Dan makhluk-makhluk di sana, bahkan makhluk-makhluk planet astral, lebih sensitif, lebih terbuka, lebih menerima, dan lebih reseptif saat menerima ajaran.

Apa pun di planet fisik ini adalah neraka; segala sesuatunya sulit karena kita memiliki tubuh ini. Tubuh adalah kendaraan yang indah, tetapi tubuh juga merupakan rintangan yang besar. Tubuh membuat segala macam masalah. menciptakan perang dalam satu negara, menciptakan perang dalam satu agama, menciptakan perang antar agama, menciptakan perang antar negara, menciptakan perang antar anggota keluarga, antara suami dan istri. Itu karena tubuh fisik ini memiliki pikiran dan otak yang telah diprogram dengan begitu banyak hal yang berbeda dimana dua program tidak pernah serupa – dan dengan demikian kita kebanyakan bentrok satu sama lain. Itulah mengapa kita mempunyai banyak masalah di planet ini. Tetapi tubuh ini merupakan alat yang sangat baik, hanya saja seperti pisau dengan dua sisi: sulit untuk mengarahkannya.

Pahlawan-Pahlawan Allah
T: Ada pertanyaan lainnya.
G: Ya. (Guru mendengarkan bahasa Farsi) Saya merasa kata-kata itu sangat indah, tetapi saya tidak tahu apa itu.
T: Itu adalah sebuah puisi.
G: Tidak heran! Saya merasa ingin menangis ketika mendengar dia berbicara, walaupun saya tidak memahami bahasa tersebut.
T: Arti dari puisi itu, “Aku dipenuhi kesedihan, karena tidak mengetahui bahwa Kau akan datang, namun ketika Kau datang maka semua kesedihanku sirna.”
G: Mengagumkan! Benar-benar sangat mengagumkan. (Tepuk tangan)
G: (Kepada penerjemah) Anda tidak dapat menerjemahkannya sekarang? Apakah puisi itu begitu indah?
T: Ya, saya dapat; saya hanya merasa sangat tersentuh. Suami dan anak perempuan tertua dari inisiat ini menyampaikan kasih mereka kepada Anda, Guru. Dan mereka telah membantu, melakukan usaha mereka yang terbaik untuk membuat segala sesuatunya lancar sehingga orang-orang ini dapat datang ke sini.
G: Sampaikan kasih saya kepada mereka dan “rasa terima kasih” saya.
T: Juga, anak perempuannya telah melukis Anda yang sedang meditasi yang dipenuhi Cahaya dalam sebuah visi yang dilihatnya. Dan si suami berkata bahwa dia berharap agar kita mempunyai lebih banyak keluarga-keluarga vegetarian.
G: Ya, akan lebih banyak. Tetap saja pertahankan meditasi kalian dengan tulus berdoa kepada Allah setiap hari. Itu akan segera terwujud.
T: Guru, terima kasih banyak karena Anda telah mengubah kehidupan saya. Hari ini merupakan hari terbaik yang pernah saya miliki dalam hidup ini. (Tepuk tangan)
G: (Kepada penerjemah) Katakan kepada mereka, saya juga berterima kasih kepada mereka, semua keluarga di sana. Merekalah yang telah mengubah hidup mereka sendiri. Tingkat pemahaman spiritual mereka yang tinggi yang membuat mereka mengetahui bahwa apa pun yang mereka pikirkan adalah benar. Itu berarti mereka memilikinya dalam batin mereka sendiri. Mereka akan membawa lebih banyak berkah bagi negeri mereka. Mereka akan membawa perubahan yang baik ke dalam negara dan orang-orang mereka. Mereka adalah pahlawan-pahlawan: Kalian semua adalah pahlawan-pahlawan Allah. (Tepuk tangan)
T: Saya ingin berterima kasih atas perlindungan-Mu. Ketika ibu kami meninggal, kami dapat merasakannya.
G: Itu sangat bagus.
T: Kami sangat berterima kasih. Kami dapat merasakan berkah-Mu, seluruh keluarga kami, saat itu terjadi. Terima kasih.
G: Sangat bagus, itu karena kalian merasa bahagia dan mengetahui bahwa ia telah pergi ke planet yang lebih tinggi.

Latihan Rohani Mengungkapkan Kemahaberadaan Allah
T: Dengan Metode Quan Yin, saya telah mengalami perubahan yang berarti dalam pemahaman akan doa. Karena adanya hukum karma di Bumi ini, bagaimanakah cara kita menggunakan doa untuk menolong orang lain?
G: Meditasi kita merupakan doa yang terbaik: berhubungan langsung dengan sumber segala berkah, perlindungan, dan kasih; yaitu Allah. Tuhan atau Allah mengetahui apa yang kita inginkan, bahkan sebelum kita mengucapkannya, karena Dia berada di mana-mana. Jadi, jika kita sering berhubungan dengan-Nya, kita bahkan dapat mengetahui bahwa Dia tahu.
Apa yang saya maksudkan adalah sebelum kita memiliki hubungan langsung dengan Allah atau Tuhan melalui Metode Quan Yin, kita berdoa kepada Allah tetapi kita tidak tahu apakah Allah mendengar atau tidak. Kita berpikir bahwa Allah tahu tetapi kita tidak tahu. Sekarang kita tahu bahwa Dia tahu; kita menghubunginya, kita merasakannya dan kita mengetahuinya. Sebelumnya, Dia mengetahui bahwa Dia tahu, tetapi kita tidak mengetahui bahwa Dia tahu. Dan sekarang Dia tahu bahwa, kita mengetahui bahwa Dia tahu. Dan kita tahu bahwa, Dia mengetahui bahwa kita tahu bahwa Dia mengetahuinya; itu jelas! Itulah perbedaannya. Jadi, meditasi dengan menggunakan Metode Quan Yin merupakan doa yang terbaik; doa secara langsung.

Sebelum kontak dengan Quan Yin, Allah selalu mengetahui apa yang kita inginkan, dan Allah selalu memberitahu kita apa yang harus kita lakukan, tetapi kita tidak memahaminya. Tetapi sekarang, setelah kontak dengan Quan Yin, kita secara intuitif merasakan apa yang Allah ingin kita lakukan, bagaimana Dia menolong, dan bagaimana berkah-Nya bekerja setiap menit dalam kehidupan kita. Kita lebih menyadari kehendak Tuhan. Semakin kita berlatih Metode Quan Yin, semakin kita menyadari petunjuk Tuhan, karena semua itu berada pada tingkatan jiwa, yang merupakan tingkatan tercerdas. Bukannya bahwa sebelum kita berlatih Metode Quan Yin, Tuhan tidak menolong atau Tuhan tidak mendengar, atau Tuhan tidak memberkahi. Itu hanyalah karena kita tidak cukup reseptif untuk melihat atau melaksanakannya. Jadi, sekarang kita lebih sadar setiap saat, setiap hari.

Perdamaian Akan Datang, Sebagaimana yang Kita Inginkan
T: Guru, saya sangat mengasihi Anda dan saya tahu bahwa Anda adalah perwujudan Tuhan di atas Bumi untuk menolong orang-orang. Saya telah berlatih meditasi selama 25 tahun dan saya sangat menyukai cahaya, maka ketika saya menonton Supreme Master TV, saya tahu bahwa Andalah manifestasi Tuhan itu.
G: Oh, ya! Itu sangat bagus. Kalian orang Iran, kalian sangat cantik, bagaikan kecantikan purba, sangat cantik dan sangat murni.

Kemarin saya mengatakan kepada orang-orang China dan Au Lac bahwa praktisi rohani dari Metode Quan Yin dapat memindahkan gunung dan meratakan lautan dengan kekuatan mereka, bahkan tanpa melakukan apa pun. Jadi bersabarlah; meditasi dan perdamaian dunia akan datang. (Tepuk tangan) Telah terjadi perubahan besar di China, Formosa, dan Au Lac. Saya tidak dapat menyebutkan terlalu banyak negara yang berbeda; saya hanya menyebutkan negara yang saya ketahui. Perubahan besar! Kemajuan yang pesat dalam negara-negara ini yang tidak dapat dibayangkan oleh seorang pun sebelumnya bahwa itu akan terjadi. Misalnya, Formosa dan China saling berjabat tangan. Sekarang setiap hari, orang-orang China dapat datang mengunjungi Formosa. Sudah sangat lama hal ini tidak pernah terjadi, dan hal itu terjadi sekarang. (Tepuk tangan) Berpikir positif dan meditasi; itu akan terjadi. Itu akan terjadi. (Tepuk tangan) Hal-hal yang baik akan terjadi karena Tuhan sungguh mengetahuinya. Tuhan mengetahui apa yang kita inginkan. Kita hanya perlu menunggu dan melihat.
T: Saya ingin mengatakan bahwa saya berutang kepada Anda, dan saya berterima kasih kepada Anda atas segalanya.
G: Terima kasih kembali, sayang. Jadi, sesuatu yang baik akan terjadi kepada Anda?
T: Banyak hal-hal yang baik yang telah terjadi. Saya telah diinisiasi sejak bulan September, dan kehidupan saya telah berubah sejak saya berlatih Metode Kemudahan. Hari demi hari, saya menyaksikan perubahan. Mungkin tidak tampak oleh orang lain, tetapi di dalam batin saya merasa tenang dan saya merasa damai; saya berutang hal tersebut kepada Anda.
G: Anda berutang kepada diri Anda sendiri. Anda baik.
T: Anda telah membuat saya memiliki rasa percaya diri dan pintar, dan saya sangat berterima kasih kepada Anda, Guru.
G: Itu sangat bagus; terima kasih kembali. Tentu saja Anda berterima kasih kepada saya. Tetapi sesungguhnya saya merasa bahwa Anda harus berterima kasih kepada diri Anda sendiri dan saya harus berterima kasih kepada Anda, karena Anda membuat dunia berbeda melalui latihan Anda. Jika saya hanya sendiri, maka saya tidak akan dapat berbuat banyak perbedaan, tetapi karena kalianlah maka dunia ini berubah. Kenyataannya, meskipun terasa bahwa terjadi perang di mana-mana, akan tetapi sekarang tidaklah demikian. Sekarang perang semakin berkurang dibanding beberapa tahun silam, berkurang lebih dari 50%. Dan akan semakin berkurang dan berkurang dan berkurang sepanjang waktu, karena orang-orang telah terbangkitkan. Mereka sudah bosan dengan perang. Mereka sudah bosan dengan kekerasan. Mereka sekarang menyadari bahwa hanya kasih, hanya cara yang penuh kedamaian yang dapat membawa kebahagiaan kepada orang-orang, termasuk diri mereka sendiri, termasuk para pemimpin!
Maka, meskipun nampaknya masih terjadi banyak peperangan, sekarang perang terus berkurang. Hanya dalam beberapa tahun, perang akan semakin berkurang dan berkurang dan berkurang. Dan Perdamaian dunia benar-benar mungkin terjadi. Itu mungkin; itu akan tiba. (Tepuk tangan) Jadi, segala sesuatu berubah. Orang-orang berubah; situasi berubah. Perdamaian akan datang, seperti yang kita inginkan; perdamaian juga akan datang.
Dunia harus berubah! Akan berubah; akan tiba saatnya. Orang akan mengalaminya suatu hari nanti. Setelah begitu banyak penderitaan, orang akan menyadari bahwa perang sangatlah sia-sia. Kemudian, perdamaian juga akan terwujud dalam banyak negara, dan berbagai hal akan terbuka. Perbatasan akan terbuka, negara-negara akan saling membuka diri satu sama lain dan orang-orang akan berjabat tangan. Para pemimpin akan saling mendukung dan memahami. Perdamaian pasti akan tiba – segera! (Tepuk tangan) Ya, ada banyak berita bagus. Kita hanya perlu menjadi damai dan menjadi baik. Kemudian, segala sesuatunya akan datang. Kita hanya perlu berpikir positif tentang orang lain, tentang negara lain, tentang pemerintah, dan tentang segala sesuatunya. Lontarkan saja hal positif, dan hal-hal lain akan menjadi lebih baik. Hal-hal lain akan berubah. Jangan khawatir, ya?
Guru dan Murid Dapat Menjadi Satu, Tanpa Ikatan
T: Dalam meditasi saya kemarin, saya mendapat sebuah pengalaman batin, dan saya pikir karena pengalaman itu bertalian dengan setiap orang di sini, jadi saya ingin meminta izin untuk berbagi pengalaman itu dengan Anda.
G: OK.
T: Saya melihat dalam pengalaman batin saya bahwa Anda mengangkat saya ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Dan saya yakin Anda melakukannya pada semua orang di sini, karena itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda.
G: Terima kasih kembali. (Tepuk tangan)
T: Anda telah mengajarkan kepada kami bahwa untuk dapat pergi ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi, kita perlu melepaskan keinginan duniawi. Pertanyaannya adalah, akankah kita sampai pada suatu titik di mana kita harus melepaskan Guru kita?
G: (Guru tertawa) Jika kalian ingin, tentu saja kalian dapat melepaskan saya, tidak masalah, kapan saja! Hanya saja sebelum kalian dapat berlari, pertama-tama kalian harus memegang tangan saya untuk berjalan, dan selanjutnya kalian dapat berlari sendiri. Tetapi kalian tidak perlu pergi jika kalian tidak ingin. Kita berteman; mengapa pergi? Lepaskan saja keterikatan fisik, tetapi secara rohani kita bersama-sama menjadi satu. Bukan “satu” seperti halnya segala sesuatunya satu di sini. Bukan satu seperti itu, tetapi kita terhubungkan sehingga saya dapat menolong kalian untuk pergi ke tempat yang akan saya tuju. Dan akan tiba saatnya di mana kalian akan menjadi Guru bagi diri kalian sendiri.
Tetapi kapan kalian melepaskannya, saya tidak mengetahuinya. Itu tergantung pada masing-masing orang. Saya tidak mengetahui apakah orang-orang dapat melepaskannya. Setelah dua puluh tahun mereka tetap menangis saat melihat saya! (Guru bergurau) Saya tidak memahami orang-orang ini. Jadi, mungkin Anda dapat mengajari mereka bagaimana cara melepaskannya. Saya kira kita telah menjadi teman yang sangat akrab; kita mempunyai persahabatan yang mendalam. Jadi, kita tidak akan merasa terikat pada tubuh fisik atau kedekatan, tetapi kita bersama-sama merasa sangat dekat.
P: Terima kasih, Guru. Saya merasa senang karena saya merasa khawatir bahwa Anda akan mengatakan, “Tidak, setelah beberapa saat, dan kamu tidak boleh bergantung kepada saya lagi.” Saya merasa senang bahwa saya tidak perlu melepaskan Anda
G: Itu berbeda; itu bukan keterikatan, itu hanyalah kemanunggalan perasaan. Sebagai contoh, beberapa orang begitu terikat pada sesuatu seperti alkohol dan uang, mereka mengkhawatirkan hal ini sepanjang waktu dan mereka bahkan tidak dapat menjalani hidup mereka. Mereka menjadi budak uang atau alkohol. Itulah keterikatan yang sesungguhnya. Dan hal itu bahkan menghancurkan mereka. Tetapi persahabatan kita membuat kita bahagia. Bukannya bahwa kalian tidak dapat hidup tanpa saya, akan tetapi kalian suka hidup “bersama” saya, atau melihat saya.
Keterikatan adalah saat, misalnya, seorang pria yang tidak dapat hidup tanpa seorang wanita. Setiap hari dia membutuhkannya. Atau, seseorang yang tidak dapat hidup tanpa uang. Setiap hari dia menginginkan lebih banyak. Itu hal yang berbeda. Kita dapat hidup tanpa kehadiran satu sama lain. Kalian kembali ke negara masing-masing, dan saya tinggal di sini atau di tempat lain. Kita tidak bersama-sama, tetapi kita bahagia. Kalian memikirkan saya dan kalian merasa bahwa kita bersama-sama. Dan kalian suka bertemu dengan saya sekali-sekali. Itu oke saja, itu bukanlah keterikatan. Hanyalah kebahagiaan dan saling menikmati keberadaan satu sama lain. Itu merupakan persahabatan tanpa syarat. Jika kita bertemu satu sama lain, kita bahagia. Jika tidak, kita pulang ke rumah dan saling memikirkan satu sama lain. Tidak mengikat, jadi hal itu sama sekali bukanlah keterikatan. Dan yang penting adalah, semakin kita saling memikirkan, semakin kita merasa bahagia, dan semakin terangkat. Jadi itu merupakan hal yang baik.

Kita adalah Muslim yang Sejati
(Berbicara mengenai pakaian Muslim) Pakaian itu sangat nyaman. Dan saya pikir orang-orang Muslim sangat cerdas; pakaian mereka sangat cocok di mana-mana. Kadang udara dingin dan saya juga memakai selendang di kepala dan saya mengenakannya. Suatu kali seorang wanita Muslim datang kepada saya dan bertanya, “Apakah Anda Muslim?” Saya kemudian berkata, “Ya, saya Muslim! Saya adalah Muslim, yang sejati, ya.”

Islam dan Vegetarisme

Bismillah-hir Rahman-nir Rahim
(Dengan Nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
Kajian yang lebih cermat terhadap ajaran Islam mengungkapkan bahwa Islam adalah agama yang penuh welas asih, terutama ajaran yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan. Islam tidak melarang vegetarisme. Patut diperhatikan bahwa banyak negara Islam sekarang ini mulai sadar akan manfaat dari diet vegetarian dan melihat bahwa vegetarisme dibenarkan oleh kepercayaan Islam. Misalnya, negara Islam fundamental Iran adalah pusat dari Masyarakat Vegetarian Iran (Iranian Vegetarian Society), yang sangat aktif dalam mempromosikan manfaat diet vegetarian murni di dunia Islam modern, baik itu ditinjau dari sudut kesehatan maupun kesejahteraan binatang. Pada tahun 1995, sebuah Masyarakat Vegan/Vegetarian Muslim dibentuk di Inggris, yang mempromosikan vegetarisme sesuai dengan ajaran Alquran dan menunjukkan bagaimana kebaikan hati dan kewelasasihan kepada binatang adalah kebajikan yang diterangkan secara rinci oleh Islam.

Kitab Suci Alquran dan Welas Asih terhadap Binatang
Banyak ayat dalam Kitab Suci Alquran yang mengacu pada kesucian hidup binatang dan hak-hak binatang yang sederajat untuk hidup dalam damai, mencari Tuhan, dan berkembang menuju kesadaran Tuhan, serta serupa dengan manusia di planet ini.

“Tiada makhluk yang merayap di bumi, tiada burung yang terbang dengan sayap-sayapnya, melainkan mereka adalah umat-umat yang serupa dengan kamu. Kami tidak mengalpakan sesuatu di dalam Alquran, kemudian kepada Pemelihara mereka, mereka akan dikumpulkan.” (Surah 6:38).
“Tidakkah kamu melihat bagaimana segala yang di langit dan di bumi menyanjung Allah, dan burung-burung mengembangkan sayap-sayap mereka? Masing-masing – Dia mengetahui solatnya, dan sanjungannya, dan Allah mengetahui apa yang mereka buat. (Surah 24:41)
Binatang membentuk komunitas dan pada saat yang sama menawarkan pelayanan mereka kepada umat manusia. Kitab Suci Alquran sama sekali tidak menganjurkan agar kita menjadi pencabut nyawa mereka:
“…Begitulah Kami menundukkan mereka untuk kamu, supaya kamu berterima kasih.” (Surah 22:36)
“Dia yang melantik kamu khalifah-khalifah (pengganti-pengganti) di bumi.” (Surah 35:39)
Kitab Suci Alquran menekankan bahwa binatang dan manusia memiliki hak yang sama terhadap kekayaan bumi (lihat Surah 25:48-49, 32:27, 79:31-33), juga mengatakan bahwa di mata Tuhan, mereka sama dengan manusia, dan Ia berkomunikasi dengan mereka dengan cara yang sama persis dengan manusia:
Dan Pemelihara kamu mewahyukan lebah, “Ambillah untuk kamu daripada gunung-gunung, rumah-rumah, dan daripada pokok-pokok, dan daripada apa yang mereka membangunkan.” (Surah 16:68)
Kitab Suci Alquran menggunakan kata Arab yang sama, “Wahi,” untuk wahyu Tuhan kepada semua Rasul-Nya, termasuk Nabi Muhammad (pbuh4). Bentuk sebutan ini juga digunakan dalam kasus lebah, yang menunjukkan bahwa binatang memiliki tingkat anugerah kekuatan batin yang cukup untuk mengerti dan mengikuti Pesan Tuhan.

Lebih jauh lagi, terdapat banyak ayat dalam Kitab Suci Alquran di mana Tuhan menekankan penggunaan buah-buahan dan sayur-sayuran untuk kelangsungan hidup, baik kepada manusia maupun kepada binatang (Surah 6:141, 6:151, 16:67, Surah 23:19) dan juga untuk mencapai kesehatan dan lingkungan hidup yang lebih baik bagi umat Islam.

Hadis – Ajaran Hidup dari Nabi dan Orang Suci Islam
Hadis (yang berarti “tradisi”) dalam Islam mengacu kepada catatan ajaran Nabi Muhammad. Hadis biasanya diajarkan dalam budaya Islam sebagai bagian dari ajaran teologi Islam.
Banyak kitab Hadis dari kehidupan Nabi Muhammad dan juga Orang Suci Islam lainnya menyampaikan kewelasasihan dan kebaikan hati yang dalam kepada binatang dan menganjurkan bahwa tugas utama dari semua umat Islam adalah mengurus kesejahteraan para binatang. Sang Nabi juga menekankan pentingnya dan pengaruh diet berbasis sayuran, bahkan melarang penggunaan kulit binatang:
“Jangan biarkan perutmu menjadi kuburan!”
“Satu perbuatan baik yang dilakukan kepada seekor binatang sama pahalanya dengan perbuatan baik yang dilakukan kepada seorang manusia, sementara tindak kekejaman kepada seekor binatang sama buruknya dengan tindak kekejaman kepada seorang manusia.”
“Semua makhluk adalah seperti sebuah keluarga (Ayal) Tuhan: dan Ia paling menyayangi mereka yang paling dermawan kepada keluarga-Nya.”
“Ia yang menaruh belas kasihan (bahkan) kepada seekor burung pipit dan menyelamatkan nyawanya, maka Allah akan mengampuninya pada Hari Kiamat.”
“Allah tidak akan mengasihani siapa pun, kecuali kepada mereka yang mengasihani makhluk lain.
Di mana ada sayur yang melimpah-limpah, sekumpulan besar malaikat akan turun ke tempat tersebut.”
Banyak Sufi (golongan Muslim esoterik) mempertahankan bahwa vegetarisme sepenuhnya sesuai dengan prinsip dan doktrin Islam. Sufi Qadiri shaikh Abdul Karim Jili, memberi komentar atas nasihat Ibn Arabi untuk menghindari lemak binatang selama retret, dengan menyatakan bahwa “lemak binatang memperkuat sifat kebinatangan, dan hakikatnya akan mendominasi hakikat spiritual.”
Demikian pula, Sufi Chishti Inayat Khan, yang memperkenalkan prinsip-prinsip Sufi ke Eropa dan Amerika di awal tahun 1900-an. Beliau mengamati bahwa vegetarisme meningkatkan rasa belas kasihan dan tindakan tidak menyakiti makhluk hidup, dan diet vegetarian dapat membantu pembersihan badan serta perbaikan spiritual.

Guru Sufi Qadiri Sri Lanka abad ini, Bawa Muhaiyaddeen juga mendorong vegetarisme dengan menyatakan bahwa kesombongan dan kemarahan dapat berkurang jika seseorang menghilangkan daging dari makanannya. Ia mengajarkan bahwa konsumsi daging menambah kualitas kebinatangan dalam diri manusia, sementara konsumsi tumbuh-tumbuhan dan produk susu meningkatkan kualitas ketenangan. Ia memperhatikan bahwa peraturan Islam yang menyinggung bahwa konsep penyembelihan binatang yang benar berpengaruh pada pengurangan jumlah binatang yang dibunuh untuk dimakan. Berkenaan dengan konsep Kurban (pengorbanan binatang) dalam Islam, Bawa berkata:

Pada suatu ketika Rasul Allah berkata kepada keponakan-Nya, ‘Ali, Oh Ali, kamu semestinya tidak memakan daging. Jika kamu memakan daging selama 40 hari, maka kualitas itu akan masuk ke dalam dirimu. Karena itu, kualitas kemanusiaanmu akan berubah, kualitas welas asihmu akan berubah, dan inti sari tubuhmu juga berubah.’

“Pada masa itu, orang Arab biasanya memiliki lembu, unta, kambing, ghee (semacam mentega), kurma, tepung gandum, dan sebagainya. Mereka tidak memiliki sayuran atau kari. Zaman itu adalah zaman makan daging. Lalu Rasul Muhammad datang. Ia tidak dapat menyuruh mereka untuk tidak makan daging sama sekali, karena itu adalah satu-satunya makanan mereka. Ia tidak dapat menyuruh mereka untuk tidak makan daging, karena mereka akan membunuhnya. Karena itu, Ia harus memberitahu mereka dengan perlahan-lahan dan menjelaskan kepada mereka sedikit demi sedikit.”

“Kurban, atau perintah mengucapkan Syahadat Ketiga saat menyembelih binatang secara ritual, juga diturunkan untuk menghentikan pembunuhan ini. Dan seperti ini, perbedaan antara Haram (tidak diperbolehkan) dan Halal (diperbolehkan) diturunkan. Semua Nabi datang untuk memperbaiki orang-orang secara perlahan-lahan, untuk mengurangi jumlah pembunuhan secara berangsur-angsur, mengurangi tindakan melawan perintah Tuhan, dan sedikit demi sedikit mengurangi kesombongan. Berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, hal ini dikurangi.”

Penyair Sufi Abad ke-15 Kabir Sahib dengan tegas mengutuk makan daging. Beliau menggolongkan konsumsi daging sebagai kegagalan terbesar kewelasasihan. Ia menyatakan, bahkan berteman dengan pemakan daging dapat membahayakan jiwa. Ia menekankan bahwa daripada membunuh binatang, kita seharusnya “membantai” lima nafsu yaitu nafsu syahwat, ketamakan, kemelekatan, kemarahan, dan keangkuhan:

Wahai Muslimat dan Muslimin, Aku melihatmu berpuasa di siang hari,
Akan tetapi, untuk berbuka puasa, engkau menyembelih sapi pada malam harinya.
Di satu sisi ketakwaan, di sisi lain pembunuhan –
Bagaimana Tuhan dapat berkenan?
Syarikku, panjatkan doa untuk menebas leher kemurkaan,
Dan bantai kehancuran karena keberingasan buta,
Karena ia yang membunuh lima nafsu,
Nafsu syahwat, kemarahan, ketamakan, kemelekatan, dan keangkuhan,
Pasti akan berhadapan muka dengan Tuhan Tertinggi.
(dari “Mengenai Makan Daging,” dikutip dari Kabir, Mistik Agung)

Epilog
Dari ajaran Nabi Muhammad dan Orang Suci Islam lainnya, jelas bahwa Islam memandang belas kasihan terhadap binatang sebagai suatu tanggung jawab umat manusia. Penelitian baru-baru ini bahkan telah menunjukkan bahwa praktik pengorbanan binatang (kurban) untuk perayaan hari raya Islam tertentu tidak lagi direkomendasikan, atas dasar pertimbangan akan penderitaan binatang dan juga keprihatinan akan kesehatan manusia. Kitab Suci Alquran sangat jelas menerangkan bahwa tindakan pengorbanan adalah sikap simbolis kedermawanan manusia dan pemberian amal; dan bahwa membunuh binatang dan mempersembahkan daging mereka sama sekali tidak memberikan keselamatan bagi umat manusia:
“Dagingnya tidak akan sampai kepada Allah, dan tidak juga darahnya, tetapi ketakwaanmu yang akan sampai kepada-Nya. Begitulah Dia menundukkan mereka untuk kamu, supaya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia telah memberikan kamu. Dan kamu berilah berita gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Surah 22:37)
Dalam kebangkitan kesadaran yang lebih tinggi mengenai isu-isu ini, beberapa cendekiawan Muslim telah mengindikasikan bahwa suatu hari akan tiba saatnya umat Muslim akan mengganti pemberian amal dengan cara lain, sebagai ganti ritual pengorbanan binatang.
Artikel pendek ini menunjukkan bahwa tidak peduli bagaimana kepercayaan umum dan praktik yang dijalankan oleh banyak umat Muslim, kepercayaan dan ajaran Islam dengan kuat mengakui kesucian kehidupan binatang. Islam tidak pernah menyuruh manusia untuk membunuh binatang dan memakan dagingnya. Kitab Suci Alquran dan banyak Orang Suci Muslim menekankan manfaat dari diet vegetarian dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia serta ekologi. Para pembaca yang tertarik dianjurkan untuk menyusuri referensi yang dikutip di bawah ini untuk mendapatkan analisa yang lebih dalam mengenai pandangan Islam terhadap binatang.

Catatan:
[1] Ungkapan dalam bahasa Arab ini, berarti “Dengan Nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”, adalah kalimat pembuka dalam Kitab Suci Alquran. Kebanyakan umat muslim membacakan ungkapan ini sebelum memulai pidato atau sebelum melakukan sesuatu.
2 http://www.ivu.org/news/1-96/muslim.html
3 Kitab Suci Alquran terdiri dari 114 bab yang disebut Surah, setiap Surah berisi banyak ayat. Bentuk penulisan “x.y” mewakili Surah x: Ayat y.
4 Semoga Tuhan Memberkahi Kedamaian padanya
5 Nabi
6 The Third “Word” (Kata “Ketiga”)
7 Sheikh Farid Wagdi, tentang Pengorbanan, dalam “Binatang dalam Islam” oleh Al-Hafiz B.A. Masri (p. 117)

Jumat, 02 November 2007

CONTACT US

PT. Coffindo



Jl. Tani Asli / Inpres No. 88 Medan - Binjai Km.9
Kabupaten Deli Serdang
Sumatera Utara
Indonesia
20352

marketingdept@coffindo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
+62 61 8444448
+62 61 8444000

By placing an order you will automatically registered to our system as a prominent customer. As our customer you will be provided with a username and password to access our order tracking system. This order tracking system makes it possible for you to track the progress of your order.

Sejarah Sembilan Wali / Walisongo(wali9)

Sejarah Sembilan Wali / Walisongo(wali9)


"Walisongo" berarti sembilan orang wali"
Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid

Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.n

Maulana Malik Ibrahim (1)
Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi

Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.

Maulana Malik Ibrahim pernah bermukim di Campa, sekarang Kamboja, selama tiga belas tahun sejak tahun 1379. Ia malah menikahi putri raja, yang memberinya dua putra. Mereka adalah Raden Rahmat (dikenal dengan Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha alias Raden Santri. Merasa cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, tahun 1392 M Maulana Malik Ibrahim hijrah ke Pulau Jawa meninggalkan keluarganya.

Beberapa versi menyatakan bahwa kedatangannya disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.

Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu secara khusus Malik Ibrahim juga menyediakan diri untuk mengobati masyarakat secara gratis. Sebagai tabib, kabarnya, ia pernah diundang untuk mengobati istri raja yang berasal dari Campa. Besar kemungkinan permaisuri tersebut masih kerabat istrinya.

Kakek Bantal juga mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam. Ia merangkul masyarakat bawah -kasta yang disisihkan dalam Hindu. Maka sempurnalah misi pertamanya, yaitu mencari tempat di hati masyarakat sekitar yang ketika itu tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. Selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, tahun 1419 M Maulana Malik Ibrahim wafat. Makamnya kini terdapat di kampung Gapura, Gresik, Jawa Timur.n

Sunan Ampel (2)
Ia putera tertua Maulana Malik Ibrahim. Menurut Babad Tanah Jawi dan Silsilah Sunan Kudus, di masa kecilnya ia dikenal dengan nama Raden Rahmat. Ia lahir di Campa pada 1401 Masehi. Nama Ampel sendiri, diidentikkan dengan nama tempat dimana ia lama bermukim. Di daerah Ampel atau Ampel Denta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Surabaya (kota Wonokromo sekarang)

Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya.

Sunan Ampel menikah dengan putri seorang adipati di Tuban. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai beberapa putera dan puteri. Diantaranya yang menjadi penerusnya adalah Sunan Bonang dan Sunan Drajat. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.

Di Ampel Denta yang berawa-rawa, daerah yang dihadiahkan Raja Majapahit, ia membangun mengembangkan pondok pesantren. Mula-mula ia merangkul masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan Abad 15, pesantren tersebut menjadi sentra pendidikan yang sangat berpengaruh di wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Di antara para santrinya adalah Sunan Giri dan Raden Patah. Para santri tersebut kemudian disebarnya untuk berdakwah ke berbagai pelosok Jawa dan Madura.

Sunan Ampel menganut fikih mahzab Hanafi. Namun, pada para santrinya, ia hanya memberikan pengajaran sederhana yang menekankan pada penanaman akidah dan ibadah. Dia-lah yang mengenalkan istilah "Mo Limo" (moh main, moh ngombe, moh maling, moh madat, moh madon). Yakni seruan untuk "tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mencuri, tidak menggunakan narkotik, dan tidak berzina."

Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 M di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.n

Sunan Giri (3)
Ia memiliki nama kecil Raden Paku, alias Muhammad Ainul Yakin. Sunan Giri lahir di Blambangan (kini Banyuwangi) pada 1442 M. Ada juga yang menyebutnya Jaka Samudra. Sebuah nama yang dikaitkan dengan masa kecilnya yang pernah dibuang oleh keluarga ibunya--seorang putri raja Blambangan bernama Dewi Sekardadu ke laut. Raden Paku kemudian dipungut anak oleh Nyai Semboja (Babad Tanah Jawi versi Meinsma).

Ayahnya adalah Maulana Ishak. saudara sekandung Maulana Malik Ibrahim. Maulana Ishak berhasil meng-Islamkan isterinya, tapi gagal mengislamkan sang mertua. Oleh karena itulah ia meninggalkan keluarga isterinya berkelana hingga ke Samudra Pasai.

Sunan Giri kecil menuntut ilmu di pesantren misannya, Sunan Ampel, tempat dimana Raden Patah juga belajar. Ia sempat berkelana ke Malaka dan Pasai. Setelah merasa cukup ilmu, ia membuka pesantren di daerah perbukitan Desa Sidomukti, Selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah "giri". Maka ia dijuluki Sunan Giri.

Pesantrennya tak hanya dipergunakan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Raja Majapahit -konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan- memberi keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton. Sebagai pemimpin pemerintahan, Sunan Giri juga disebut sebagai Prabu Satmata.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa, waktu itu. Ketika Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit, Sunan Giri malah bertindak sebagai penasihat dan panglima militer Kesultanan Demak. Hal tersebut tercatat dalam Babad Demak. Selanjutnya, Demak tak lepas dari pengaruh Sunan Giri. Ia diakui juga sebagai mufti, pemimpin tertinggi keagamaan, se-Tanah Jawa.

Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari, dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada Abad 18.

Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara. Penyebar Islam ke Sulawesi Selatan, Datuk Ribandang dan dua sahabatnya, adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.

Dalam keagamaan, ia dikenal karena pengetahuannya yang luas dalam ilmu fikih. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Sultan Abdul Fakih. Ia juga pecipta karya seni yang luar biasa. Permainan anak seperti Jelungan, Jamuran, lir-ilir dan cublak suweng disebut sebagai kreasi Sunan Giri. Demikian pula Gending Asmaradana dan Pucung -lagi bernuansa Jawa namun syarat dengan ajaran Islam.n

Sunan Bonang (4)
Ia anak Sunan Ampel, yang berarti juga cucu Maulana Malik Ibrahim. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Lahir diperkirakan 1465 M dari seorang perempuan bernama Nyi Ageng Manila, puteri seorang adipati di Tuban

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah

yang berarti "sapi betina". Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.n

Sunan Kalijaga (5)
Dialah "wali" yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ia lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Ayahnya adalah Arya Wilatikta, Adipati Tuban -keturunan dari tokoh pemberontak Majapahit, Ronggolawe. Masa itu, Arya Wilatikta diperkirakan telah menganut Islam

Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman.Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.

Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam ('kungkum') di sungai (kali) atau "jaga kali". Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab "qadli dzaqa" yang menunjuk statusnya sebagai "penghulu suci" kesultanan.

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan Senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.

Dalam dakwah, ia punya pola yang sama dengan mentor sekaligus sahabat dekatnya, Sunan Bonang. Paham keagamaannya cenderung "sufistik berbasis salaf" -bukan sufi panteistik (pemujaan semata). Ia juga memilih kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah.

Ia sangat toleran pada budaya lokal. Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika diserang pendiriannya. Maka mereka harus didekati secara bertahap: mengikuti sambil mempengaruhi. Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.

Maka ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam. Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Dialah pencipta Baju takwa, perayaan sekatenan, grebeg maulud, Layang Kalimasada, lakon wayang Petruk Jadi Raja. Lanskap pusat kota berupa Kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini sebagai karya Sunan Kalijaga.

Metode dakwah tersebut sangat efektif. Sebagian besar adipati di Jawa memeluk Islam melalui Sunan Kalijaga. Di antaranya adalah Adipati Padanaran, Kartasura, Kebumen, Banyumas, serta Pajang (sekarang Kotagede - Yogya). Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu -selatan Demak.n

Sunan Gunung Jati (6)
Banyak kisah tak masuk akal yang dikaitkan dengan Sunan Gunung Jati. Diantaranya adalah bahwa ia pernah mengalami perjalanan spiritual seperti Isra' Mi'raj, lalu bertemu Rasulullah SAW, bertemu Nabi Khidir, dan menerima wasiat Nabi Sulaeman. (Babad Cirebon Naskah Klayan hal.xxii).

Semua itu hanya mengisyaratkan kekaguman masyarakat masa itu pada Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah diperkirakan lahir sekitar tahun 1448 M. Ibunya adalah Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran Raden Manah Rarasa. Sedangkan ayahnya adalah Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina.

Syarif Hidayatullah mendalami ilmu agama sejak berusia 14 tahun dari para ulama Mesir. Ia sempat berkelana ke berbagai negara. Menyusul berdirinya Kesultanan Bintoro Demak, dan atas restu kalangan ulama lain, ia mendirikan Kasultanan Cirebon yang juga dikenal sebagai Kasultanan Pakungwati.

Dengan demikian, Sunan Gunung Jati adalah satu-satunya "wali songo" yang memimpin pemerintahan. Sunan Gunung Jati memanfaatkan pengaruhnya sebagai putra Raja Pajajaran untuk menyebarkan Islam dari pesisir Cirebon ke pedalaman Pasundan atau Priangan.

Dalam berdakwah, ia menganut kecenderungan Timur Tengah yang lugas. Namun ia juga mendekati rakyat dengan membangun infrastruktur berupa jalan-jalan yang menghubungkan antar wilayah.

Bersama putranya, Maulana Hasanuddin, Sunan Gunung Jati juga melakukan ekspedisi ke Banten. Penguasa setempat, Pucuk Umum, menyerahkan sukarela penguasaan wilayah Banten tersebut yang kemudian menjadi cikal bakal Kesultanan Banten.

Pada usia 89 tahun, Sunan Gunung Jati mundur dari jabatannya untuk hanya menekuni dakwah. Kekuasaan itu diserahkannya kepada Pangeran Pasarean. Pada tahun 1568 M, Sunan Gunung Jati wafat dalam usia 120 tahun, di Cirebon (dulu Carbon). Ia dimakamkan di daerah Gunung Sembung, Gunung Jati, sekitar 15 kilometer sebelum kota Cirebon dari arah barat.n

Sunan Drajat (7)
Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M

Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun

Jelog --pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan.

Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria. Terutama seni suluk.

Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah "berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang'.

Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong. Di pondok pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.n

Sunan Kudus (8)
Nama kecilnya Jaffar Shadiq. Ia putra pasangan Sunan Ngudung dan Syarifah (adik Sunan Bonang), anak Nyi Ageng Maloka. Disebutkan bahwa Sunan Ngudung adalah salah seorang putra Sultan di Mesir yang berkelana hingga di Jawa. Di Kesultanan Demak, ia pun diangkat menjadi Panglima Perang

Sunan Kudus banyak berguru pada Sunan Kalijaga. Kemudian ia berkelana ke berbagai daerah tandus di Jawa Tengah seperti Sragen, Simo hingga Gunung Kidul. Cara berdakwahnya pun meniru pendekatan Sunan Kalijaga: sangat toleran pada budaya setempat. Cara penyampaiannya bahkan lebih halus. Itu sebabnya para wali --yang kesulitan mencari pendakwah ke Kudus yang mayoritas masyarakatnya pemeluk teguh-menunjuknya.

Cara Sunan Kudus mendekati masyarakat Kudus adalah dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu dan Budha. Hal itu terlihat dari arsitektur masjid Kudus. Bentuk menara, gerbang dan pancuran/padasan wudhu yang melambangkan delapan jalan Budha. Sebuah wujud kompromi yang dilakukan Sunan Kudus.

Suatu waktu, ia memancing masyarakat untuk pergi ke masjid mendengarkan tabligh-nya. Untuk itu, ia sengaja menambatkan sapinya yang diberi nama Kebo Gumarang di halaman masjid. Orang-orang Hindu yang mengagungkan sapi, menjadi simpati. Apalagi setelah mereka mendengar penjelasan Sunan Kudus tentang surat Al Baqarah yang berarti "sapi betina". Sampai sekarang, sebagian masyarakat tradisional Kudus, masih menolak untuk menyembelih sapi.

Sunan Kudus juga menggubah cerita-cerita ketauhidan. Kisah tersebut disusunnya secara berseri, sehingga masyarakat tertarik untuk mengikuti kelanjutannya. Sebuah pendekatan yang tampaknya mengadopsi cerita 1001 malam dari masa kekhalifahan Abbasiyah. Dengan begitulah Sunan Kudus mengikat masyarakatnya.

Bukan hanya berdakwah seperti itu yang dilakukan Sunan Kudus. Sebagaimana ayahnya, ia juga pernah menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Ia ikut bertempur saat Demak, di bawah kepemimpinan Sultan Prawata, bertempur melawan Adipati Jipang, Arya Penangsang.n

Sunan Muria (9)
Ia putra Dewi Saroh --adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus

Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam.

Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.

Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.